This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

searchbox

Tampilkan postingan dengan label Lintas Pemalang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lintas Pemalang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Januari 2012

2,5 M Pendapatan dari Tower

RADAR PEMALANG – Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Pemalang, anggota Komisi C DPRD bersama sejumlah dinas dan intansi terkait di lingkungan Pemkab Pemalang menggelar rapat kerja membahas potensi tower. Dalam hasil rapat kerja Komisi C ini  merekomendasikan kepada bupati agar segera menyikapi masalah tower. Sebab, punya potensi besar terhadap peningkatan PAD.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pemalang Ujianto MR mengatakan, dalam upaya meningkatkan PAD,  pihaknya bersama anggotanya sangat tertarik dengan masalah tower. Sebab, keberadaannya berpotensi besar terhadap PAD.  
Menurutnya, berdasarkan data pendapatan tower untuk tahun 2011 mencapai Rp 2,5 miliar dengan rincian dari 60 unit tower yang sudah habis masa ijinnya dan 16 unit tower yang masih dalam proses perijinannya.
“Dari hasil resume, kami melihat ada potensi tower luar biasa  jika dilihat dari pendapatannya mencapai Rp  2,5 miliar. Secara rinci, dari 60 unit tower sudah habis masa ijinnya dan 16 tower  masih dalam proses perijinan,” katanya.
Meskipun data yang ada itu berbeda-beda, tapi dapat disimpulkan bahwa data yang paling valid adalah data dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan PDAU. Dan dari  dua data itu saling melengkapi, karena di Dishub ada 137 unit Tower dan PDAU ada 138 unit tower. Sedangkan satu tower baru mengajukan perijinan. Data berdasarkan KPPT, jumlahnya sama sebanyak 138 tower dan yang berijin hanya 122 tower. Sementara yang habis masa ijinnya di tahun ini, ada sekitar 60 unit tower dan 16 unit lainnya masih dalam proses.
Ujianto menjelaskan, terkait soal perijinan tower itu bisa liar dan juga masih dalam proses, namun yang menjadi persolaan adalah 16 tower yang belum punya ijin tapi sudah beroperasi. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada pemerintah daerah agar ada upaya penertiban. Selain itu agar ada data baku tentang jumlah tower yang ada di Kabupaten Pemalang.
Persoalan lain, lanjut Ujianto, dalam pelaksanaan pembangunan tower  ada ‘tangan-tangan kuat’ sehingga pembangunan tower bisa berdiri di pemukiman. Untuk itu dia berharap  tahun depan agar tidak terjadi hal semacam itu dan juga berharap agar  ijin yang dikeluarkan itu jangan atas dasar pendirian tower di permukiman.  Selain itu agar tower tidak menibulkan masalah baru, pembangunan  tower di sawah-sawah juga agar terus dikontrol.
“Ke depan kami menginginkan pembangunan tower itu satu pintu di PDAU, dengan  berkordinasi Dishub dan KPPT berfungsi sebagai rekomendir, sedangkan Bappeda sebagai pemetaannya, kemudian PDAU sebagai pelaksana,” paparnya.
Dia menegaskan dengan hasil rapat ini Komisi C akan segera mengirimkan kepada pimpinan dewan agar segera diajukan kepada bupati. Sehingga oleh bupati untuk segera mensikapinya

Kirab Budaya HUT ke-437

RIBUAN warga dari berbagai penjuru daerah di Kabupaten Pemalang, Kamis sore (26/1) kemarin, tumplek bleg memadati Alun-alun dan sepanjang Jalan Ahmad Yani untuk menyaksikan acara kirab budaya dan kesenian tradisonal tempo doeloe. 
Acara hasil kreasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata itu dalam rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Pemalang ke- 437.   Jalannya acara itu cukup menarik perhatian warga. Sebab, banyak macam kesenian tradisonal lokal maupun kesenian dari manca daerah di Jawa Tengah ditampilkan di acara tersebut.
Berbagai jenis kesenian yang tampil saat itu, mulai kesenian terbang kencer, kuntulan, sintren, brendung, reog gabel, calung dan banyak lagi kesenian-kesenian tradisional daerah lain yang sangat menarik dinikmati masyarakat di jaman modern ini.          
Acara kirab budaya dan kesenian tradisional  tempoe doeloe dalam peringatan hari jadi Kabupaten Pemalang kali ini, beda dengan tahun sebelumnya. Karena, dalam peringatan hari jadi tahun ini, mengangkat budaya dan kesenian daerah untuk mendukung pembangunan dunia pariwisata di Pemalang.
Sebelumnya kontingen atau rombongan kesenian tradisional, baik dari 14 kecamatan maupun dinas dan intansi berkumpul di seputar Sirandu Mall. Bupati Pemalang H Junaedi SH MM beserta istrinya Hj Irna Junaedi selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten mengenakan beskap berwarna hitam berjalan kaki di barisan depan untuk memimpin acara tersebut. Sepanjang jalan Ahmad Yani menuju Alun-alun kota, kepala daerah tersebut menebar senyum.
Sampai di Alun-alun, bupati langsung menuju panggung kehormatan untuk menyaksikan group kesenian yang akan tampil. Berbarengan acara itu, Wakil Bupati Mukti Agung Wibowo ST beserta istrinya mendampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Tengah yang mewakili Gubernur Bibit Waluyo untuk meninjau stand pameran wisata kuliner.
Sebagai tanda dimulainya acara kirab Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Tengah memukul gong yang disaksikan oleh bupati beserta Anggota Forpinda.  Pada puncak acara kirab seluruh kontingen group kesenian satu persatu menunjukkan kebolehan di depan panggung kehormatan. Meskipun acara berjalan lancar, namun sejumlah petugas keamanan baik dari kepolisian, Satpol  PP dan TNI nampaknya kewalahan untuk mengatur warga. Sebab, warga terus merangsek ke depan pangung kehormatan sehingga membuat peserta kirab kesulitan tampil maksimal. Salah satunya saat kesenian Sintren dari Kecamatan Pemalang yang menampilkan perpaduan Sintren Tradisional dengan Sintren Modifikasi. Group kesenian Sintren Modifikasi yang dibawakan oleh para siswa SMA dan SMK Negeri tidak bisa tampil secara leluasa karena warga merangsek ke jalan.
“Persiapannya sih cukup matang, tapi karena penontonnya susah ditertibkan jadi peserta kirab sulit untuk bisa tampil secara maksimal,” kata salah satu pembina kesenian Sintren.
Menurutnya, agar semua peserta kirab bisa tampil maskimal mestinya arena di depan panggung kehormatan diberi tambang batas, agar penonton bisa menyaksikannya secara tertib. Pihaknya berharap untuk kedepan akan lebih baik lagi dengan kesiapan pantia yang cukup matang(radar pemmalang)

Selasa, 13 Desember 2011

Wisata Air Yang Menantang Di Widuri Water Park Pemalang


Pantai Widuri Pemalang, selain menyajikan pemandangan alam nan eksotis terdapat pula Wisata Air dengan berbagai wahana berstandar nasional yang menantang. Widuri Water Park Pemalang, pertama bahkan satu-satunya di sekitar kawasan Pantura. Berada di kawasan Obyek Wisata Pantai Widuri dibangun oleh Pemkab Pemalang untuk memanjakan masyarakat dalam memuaskan keinginan akan hiburan yang berkualitas.

Lokasinya pun sangat strategis yaitu berada di Obyek Wisata serta dekat dengan jalan utama Pantura, sangat mudah menjangkaunya. Di sekitar lokasi juga banyak terdapat Rumah Makan yang kian memanjakan pengunjung dengan santapan kuliner khas laut serta tempat-tempat penginapan semakin melengkapi kunjungan wisatawan.

Pembangunannya dikabarkan menelan anggaran sebesar Rp 31 Miliar, berdiri di areal seluas 2,5 Hektar. Dimulai sejak 2006 dan resmi dibuka pada tanggal 12 Mei 2009. Pengunjung dapat berpetualang dalam wahana air hanya dengan membayar tiket masuk Rp 15.000.

Ada beberapa Wahana yang siap memacu adrenalin pengunjung, dimana masing – masing memiliki kelebihan dalam memanjakan pengunjung.
Bagi yang penasaran dapat kita simak beberapa wahana yang banyak diminati di WWP berikut ini:



WATERGLIDER (WATER SLIDES)


Coba yang satu ini dan rasakan tantangan di dalamnya. Wahana ini memiliki tiga seluncur yang merupakan tertinggi di antara lainnya. Dengan tinggi menara 11 Meter, akan memacu adrenalinmu, dibuat berkelok-kelok rasakan sensasi seakan menaiki roller coster. Ayo berlomba dengan temanmu di wahana ini, siapa yang paling belakangan sampai ke air, maka harus menerima hukuman dicium 'Mpok Ati yah'. haha.


KOLAM ARUS (LAZY RIVERS)



Wahana ini cocok bagi pengunjung yang ingin melakukan relaksasi setelah seharian menikmati berbagai permainan. Mengitari areal waterboom dengan menaiki pelampung yang disediakan, santai sambil bercengkrama bersama teman dan melihat pemandangan yang indah. Peringatan!!! Tidak cocok buat orang yang sering ketiduran, dikhawatirkan bisa tertinggal dengan rombongan.



KIDZ WATER PLAYGROUND / SPRAY GROUND / WATER PLAYGROUND


Wahana khusus anak-anak diciptakan untuk menambah pengalaman dan menceriakan mereka pada permainan air. Dengan berbagai macam jenis seluncuran yang disajikan dalam bentuk terowongan maupun jalan yang diperciki seperti air hujan, membuat anak-anak betah dan enggan untuk beranjak. Salah satu yang menarik adalah menara air berbentuk tokoh kartun sewaktu-waktu bisa menyiram air di bawahnya. Buat orang dewasa mainnya jangan di sini yah, nanti diledekin anak kecil loh.



DERMAGA


Sebuah wahana yang dibuat memanjang hingga mencapai ± 250 Meter kearah laut, membuat kita seakan berjalan diatas lautan, sambil menanti Sunset, mata kita akan dimanjakan dengan keindahan laut di Pantai Widuri, tempat ini cocok juga lho buat para penggemar memancing.

Rencananya wahana ini tidak hanya untuk penikmat pemandangan, tetapi juga akan disediakan kapal dan jetski yang dapat menambah sensasi petualangan.



***

Itulah tadi sekilas tentang Wahana WWP yang banyak diminati para pengunjung. Jika masih penasaran, langsung datang saja dan rasakan sendiri sensasi Water Boom Widuri Water Park Pemalang yang mengesankan.


Sumber:
http://bloggerspemalang.blogspot.com
  • http://pemalang-tourism.blogspot.com/
  • http://indravaganza.wordpress.com/2010/07/19/sensasi-waterboom-di-widuri-water-park-pemalang/

Foto/Gambar:
  • masdurohman.blogspot.com
  • bappedapemalang.wordpress.com

Selasa, 29 November 2011

Proyek Rp 2,4 M Terkendala Cuaca

PEMALANG - PT Nusa Indah Surya Tekhnik optimis jika proyek perbaikan jalan Paket I senilai Rp 2.430.381 bakal rampung sesuai jadwal. Meskipun kondisi cuaca sering hujan sehingga menghambat pekerjaaan di lokasi. Kendati demikian pihak rekanan berjanji pada tagga;l 9 Desember 2011 seratus persen selesai.
Direktur PT Nusa Indah Surya Tekhnik Urip Mulyadi didampingi pelaksana proyek Dedi Arnan mengatakan, perbaikan jalan pada Paket I terdiri dari Warungpring-Mandiraja, Pulosari-Pagenderan, Pagenderan - Gombong, dan Belik-Watukumpul. Saat ini kondisi pekerjaan sudah mencapai 80 persen. Jika pada waktu yang sudah ditentukan sampai 9 Desember 2011 mendatang optimis terselesaikan.
“Kami optimis meskipun di wilayah tersebut curah hujanya cukup tinggi, dengan modal kerja rodi siang dan malam akan kami lakukan selagi cuaca masih bersahabat. Dan kami yakin jika pada 9 Desember pekerjaan selesai,” kata Urip di hadapan Bupati Pemalang H Junaedi SH MM yang meninjau proyek jalan di ruas jalan Belik-Watukumpul, Senin (28/11) usai melakukan gerakan menanam 1 miliar pohon.
Menurut dia, pekerjaan ini merupakan anggaran APBD dengan konsultan perencana dari CV Para Desain. Di antara empat ruas jalan yang dilakukan perbaikan, dengan anggaran senilai Rp. 2.430.381 tersedot pada ruas Beli-Watukumpul sekitar Rp 1,2 miliar, sebab di wilayah itu medannya terlalu berat dan kerusakan jalan sebelumnya terlalu parah.
“Lebih dari 50 persen dana tersedot pada ruas jalan Belik Watukumpul. Meskipun cuaca di wilayah itu sering hujan kami bekerja melihat kondisi cuaca, jika cuacanya sedang bagus, malam hari pun kami kerjakan,” katanya kemari.
Masih di lokasi sama, Bupati Pemalang H Junaedi SH MM mengatakan, proyek pekerjaan jalan merupakan akses jalan yang paling diharapkan masyarakat setempat oleh karena itu dihimbau kepada rekanan agar pelaksanaanya harus sesuai jadwal yang ditentukan.
“Pekerjaan perbaikan jalan maupun hotmik harus selesai pada waktu yang sudah ditentukan, meskipun cuaca di wilayah pekerjaan sering hujan,” katanya di sela peninjauan yang dibarengi dengan hujan leat di lokasi. (ddm) radar tegal

Gerakan Penanaman Satu Miliar Pohon

RANDUDONGKAL - Bupati Pemalang H Junaedi SH MM di Desa Kejene Kecamatan Randudongkal, Senin (28/11) kemarin melakukan acara pencanangan Gerakan Menanam Satu Miliar Pohon, yang dipusatkan di Petak 123 RPH Kejene KPH Pemalang. Dalam program ini, Pemkab Pemalang berkerjasama dengan Perum Perhutani dan Kodim 0711 Pemalang. Meskipun diguyur hujan lebat namun acara tetap berjalan lancar.
Bupati Pemalang H Junaedi SH MM dalam sambutannya mengatakan,  perlu diketahui bersama bahwa Indonesia ini merupakan Negara yang memilki luas hutan tropis terbesar ketiga di dunia yaitu seluas kurang lebih 138 juta hektar. Kawasan hutan ini memiliki peranan yang amat penting bagi kehidupan karena  memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan dianggap sebagai paru paru dunia. Namun demikian dalam beberapa tahun terakhir kekayaan hutan cenderung berkurang yang disebabkan adanya illegal loging, penjarahan  dan alih fungsi lahan serta perambahan kawasan hutan, penambangan hutan dan tindak perusakan hutan lainnya yang menyebabkan luas hutan semakin berkurang.
“Fenomena tersebut tentunya sangat memprihatinkan dengan tindakan perusakan hutan selalu mengakibatkan pemanasan global dan penyebab rusaknya ekosistem dan menurunkan kualitas lingkungan hidup,” katanya.
Akibat kerusakan hutan juga menyebabkan bencana alam tanah lonsor dan banjir. Oleh karena itu, upaya yang efektif dalam mengatasi masalah ini adalah melalui penanaman hutan secara massal. Dan pohon ini mempunyai manfaat dan kemampuan yang tinggi dalam menyerap zat di rumah kaca.  Maka untuk melakukan pencegahan pemanasan global maka bangsa Indonesia di tahun 2011 ini telah melakukan gerakan penanaman satu miliar pohon  yang dilakukan oleh semua komponen masyarakat di wilayah masing-masing untuk menjaga lingkungannya.
Untuk menyukseskan kegiatan tersebut bupati dalam kesempatan itu, mengajak kepada seluruh masyarakat agar kegiatan menanam pohon tidak dimaknai hanya sebatas seremonial belaka. Tapi kegiatan ini hanya sebagai permulaan rencana besar yang akan dilakukan yaitu untuk melestarikan hutan dan lingkungan.
 “Kegiatan menanam pohon harus terus kita lakukan, mari kita tunjukan bahwa bangsa Indonesia ini mampu melakukan rehabilitasi hutan dan mampu melestarikan sumber daya alam dan untuk mewariskan kepada anak cucunya,” tegas seraya meminta kepada Perum Perhutani untuk menjadi pelopor dalam pelesatrian hutan dan lahan serta untuk mengajak masyarakat di lingkungan sekitar hutan.   
Admistratur Perum Perhutani KPH Pemalang Ir Erwin MM dalam laporanya menjelaskan, acara pencanangan Gerakan Menanam Satu Miliar Pohom, sekaligus Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional ini, jumlah pesertanya  sebanyak 350 orang yang terdiri dari   dinas, intansi, tim penggerak PKK, organisasi masyarakat, pelajar dan LMDH se- Kabupaten Pemalang.
Menurutnya, dalam kegiatan penanaman pohon pihaknya telah merencanakan untuk menanam 3 juta pohon  yang akan ditanam  di seluruh wilayah Kabupatn Pemalang, baik di dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan.
 “Untuk penanaman di luar kawasan hutan kurang lebih ada sebanyak 2 juta pohon dan yang di dalam kawasan hutan sebanyak kurang lebih 1,5 juta pohon,” paparnya.
 Acara pencanangan Gerakan Menanam Satu Miliar Pohon di Kabupaten Pemalang, yang dipusatkan di Petak 123 RPH Kejene KPH Pemalang dilakukan secara bersama- sama, yaitu oleh Bupati Pemalang, Komandan Kodim 0711 Pemalang, Kapolres Pemalang, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Ketua DPRD Pemalang, Komandan Satradar, Wakil Bupati Pemalang dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten dan sejumlah pejabat daerah lainnya, diantaranya Administratur Perum Perhutan KPH Pemalang, Sekda Pemalang dan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan serta pejabat dijajaran Pemkab Pemalang lainnya yang juga ikut hadir dalam acara itu. (apt) Radar Tegal

Kirim SMS Dukungan untuk Duta Wisata Pemalang

PEMALANG - Kabupaten Pemalang mengirimkan 2 wakilnya di ajang ' Duta Wisata Jawa Tengah 2011', yang akan diselenggarakan Rabu (30/11) hingga Jumat (2/12) di PRPP Semarang. Kedua wakil tersebut yakni, Radika Junanda Suseno (Seno) Pelajar SMA Negeri 2 Pemalang dan Resti Praditaningtyas (Resti) Pelajar SMA Negeri 1 Pemalang.
Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Pemalang, Drs Sultanto Senin (28/11) menjelaskan, untuk meningkatkan citra daerah Kabupaten Pemalang di tingkat Propinsi Jawa Tengah dimohon segenap warga Pemalang kesediaanya untuk mendukungnya. "Dukungan ini dengan cara ketik DW (spasi) MAS (spasi) Seno kirim ke 9600 dan DW (spasi) MBAK (spasi) Resti kirim ke 9600, " pintanya.
 Seno dan Resti terpilih sebagai Duta Wisata Kabupaten Pemalang yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) beberapa waktu lalu. Seno adalah warga Desa Banjardawa Kecamatan Taman. Sementara Resti adalah warga Desa Cibelok Kecamatan Taman. Polling SMS ini akan membantu peserta untuk menjadi juara Favorit Duta Wisata Propinsi Jawa Tengah tahun 2011. (hasan) Radar Tegal

Rabu, 23 November 2011

Wakil Bupati Pemalang

Nama : Mukti Agung Wibowo, ST
Tempat,Tanggal Lahir : Tegal, 2 Oktober 1976
Alamat tempat tinggal :  RT.09/RW.04 Desa Kalirandu,  Kecamatan Petarukan,  Kab.  Pemalang
Agama : Islam
Status perkawinan : Menikah
Istri : Ati Rusmyati, SE
Anak : 2 (dua) orang Riwayat Pendidikan :
SD Ihsaniyah 2 Tegal,  lulus tahun 1989
SMP Negeri 2 Tegal,  lulus tahun 1992
SMA Assalaam Sukoharjo,  lulus tahun 1996
Universitas Trisaksi, S1 Fakultas Teknologi Industri/Teknik Mesin.
Riwayat Organisasi :
Ketua Yayasan HM. Reksodidjojo,  tahun 2006-2010  di Kota tegal
Anggota ASWAKOPIN Kota Tegal
Riwayat Pekerjaan dan alamat pekerjaan:
Ketua Yayasan HM.REKSODIJOJO, tahun 2006-2010 di Kota Tegal.
Manager Swamitra Dewi Sri
Direktur PO. Dewi Sri,  Januari 2010-9 Agustus 2010.

Bupati Pemalang

Nama : H. Junaedi, SH, MM
Tempat, Tanggal Lahir : Pemalang, 12 April 1962
Alamat tempat tinggal :  Jl.Mochtar No.5 Kebondalem Pemalang
Agama : Islam
Status perkawinan : Menikah
Istri : Hj. Irna Setiawati, SE
Anak : 4 (empat) orang
Riwayat Pendidikan :
  • SD Negeri 01 Majakerta, Watukumpul, lulus tahun 1975
  • SMP Negeri 1 Randudongkal, lulus tahun  1980
  • SMA Negeri 3 Semarang, lulus tahun 1989
  • Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang, S1 Fakultas Hukum, di Semarang lulus tahun 1999
  • STIE STIKUBANK Semarang, S2 Magister Manajemen lulus tahun 2005
Riwayat Organisasi :
Ketua PSSI Kabupaten Pemalang, tahun 2006 sampai sekarang
Ketua Badan Anti Narkoba (BNK) Kabupaten Pemalang, tahun 2006 sampai sekarang
Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam (Al-Ikhlas Pemalang), tahun 2007 sampai sekarang
Riwayat pekerjaan dan alamat pekerjaan :
Staf CPNS Provinsi Jawa Tengah, tahun 1990-1991, alamat kantor Jl. Pahlawan No.9 Semarang.
Staf PNS Provinsi Jawa Tengah,  tahun 1991-1998,  alamat kantor Jl. Pahlawan No, 9 Semarang.
Staf Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Tengah, tahun 1998-2006, alamat kantor Jl.Pahlawan No.9 Semarang.
Wakil Bupati Pemalang, tahun 2006-2011, alamat kantor Jl. Surohadikusumo No.1 Pemalang.

Drs.Budhi Rahardjo,MM Pimpin Korpri Permalang

Drs.Budhi Rahardjo,MM yang juga menjabat sebagai Sekda Kabupaten Pemalang, mulai hari ini, Kamis, (10/11/11) menjadi ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Pemalang mengantikan Ketua Dewan Pengurus sementara yang dijabat oleh Istianto,SH,M.Msi, pemilihan secara aklamasi ini dilakukan dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Pemalang di gedung Sasana Bhakti Praja Pemalang.
Bupati Pemalang H.Junaedi,SH,MM saat membuka Muskab Korpri Kabupaten Pemalang, mengajak keluaraga besar korpri Kabupaten Pemalang, untuk sejenak berintrospeksi guna merenungkan tentang kiprah dan gerak langkah Korpri dalam pembangunan Kabupaten Pemalang, serta sejauh mana keberadaan korpri dirasakan manfaatnya oleh anggota.
Dikatakan, secara personal, kiprah anggota korpri dalam mensukseskan pembangunan, sudah tidak diragukan lagi, mengingat anggota korpri adalah penggerak utama birokrasi pemerintahan. Namun demikian secara Organisasi, lanjut Bupati, belum dapat menunjukan peran yang signifikan dalam pembangunan Kabupaten Pemalang dan belum dapat juga dirasakan manfaatnya oleh para anggota.
“Masih banyak anggota korpri yang bersikap acuh terhadap keberadaan Korpri, hal ini cukup beralasan, mengingat masih banyak diantara anggota yang belum sepenuhnya mersakan manfaat keberadaan korpri” Kata Bupati.
Usai pengukukuhan, Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Pemalang yang baru, Drs.Budhi Rahardjo,MM mengatakan, untuk meningkatkan sumber daya, baik secara personal maupun secara organisasi, maka diperlukan anggaran yang dapat mendukung peningkatan sumber daya tersebut, untuk itu pihaknya meminta dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Pemalang, sehingga diharapkan kedeepan peran Korpri dapat dirasakan baik oleh anggota dan masyarakat Pemalang, dalam pembangunan dan kemasyarakatan.
Sementara hal yang sama juga dikatakan Kepala Bidang Disiplin Jiwa Korps dan Wawasan Kebangsaan Korpri Jawa Tengah, Drs.Rudi Apriantono,Msi, permintaan hibah yang disampaikan ketua dewan Pengurus Korpri yang baru, adalah hal yang wajar karena untuk meningkatkan sumber daya perlu anggaran.
“Permintaan hibah wajar dan itu sah – sah saja, karena untuk meningkatkan sumber daya perlu menyekolahkan anggota dan sekolah itu pakai dana” Kata Rudi.
Pengukukuhan Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Pemalang dilaksanakan oleh Ketua Dewan Pengurus Korpri Provinsi Jawa Tengah, yang diwakili Kepala Bidang Disiplin Jiwa Korps dan Wawasan Kebangsaan Drs.Rudi Apriantono,Msi, disaksikan Bupati Pemalang.

Letkol(Arhanud) Rokhim Setiawan Ranu Wibowo Dandim 0711 Pemalang yang baru

Jabatan Komandan KODIM 0711 Pemalang telah diserahterimakan dari Letkol (Inf) Bambang Siswanto kepada Letkol (Arhanud) Rokhim Setyawan Ranu Wibowo belum lama ini. Untuk melepas pejabat Dandim lama dan menerima pejabat baru, Pemerintah kabupaten Pemalang belum lama ini mengadakan acara Pisah Sambut Komandan Kodim 0711 Pemalang.
    Bupati Pemalang H Junaedi, SH,MM menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Letkol (Inf) Bambang Siswanto atas segala kerjasama dan kebersamaan yang terjalin selama ini dalam menjalankan tugas sebagai unsur pimpinan daerah. Letkol Inf Bambang siswanto telah banyak memberikan kontribusi bagi kemajuan dan keberhasilan Pemalang.Di bawah kepemimpinannya jalinan koordinasi antara TNI dengan unsur pemerintahan lainnya dan dengan masyarakat berjalan dengan baik dan lancar.
    Bupati juga menyampaikan ucapan selamat datangdan bergabung dengan Pemerintah dan masyarakat Pemalang kepada Letkol (Arhanud) Rokhim Setyawan Ranu Wibowo. Semoga cepat menyesuaikan diri dan diberi kemudahan dalam melaksanakan tugas di Kabupaten Pemalang. 
    Letkol Inf Bambang Siswanto menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Pemalang beserta jajarannya dan masyarakat Kabupaten Pemalang yang telah menerima dan mendukung tugas-tugasnya selama  ini. Ia merasa sangat terkesan dengan masyarakat Pemalang, dan telah menyatu, menjadi bagian dari masyarakat Pemalang. Salah satunya adalah dengan bermain sepakbola bersama masyarakat di wilayah pedesaan Pemalang.
    Sementara Letkol Arhanud Rokhim Setyawan Ranu Wibowo menyampaikan permohonan agar dapat diterima oleh pemerintah dan masyarakat Pemalang.(pemalang.go.id)

Keterbukaan Penting dalam Penyelenggaraan Negara

PEMALANG - Salah satu elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang terbuka adalah hak publik untuk memperoleh informasi. Hak atas informasi menjadi sangat penting, karena  makin terbukanya penyelenggaraan negara untuk diawasi publik, maka penyelenggaraan negara semakin dapat dipertanggungjawabkan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Pemalang H Junaedi SH MM dalam kata sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Drs M Agung Puntodewo MSi saat membuka acara sosialisasi pengelolaan informasi dan dokumentasi bagi PPID dan PPID Pembantu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, Senin (212/11) kemarin.
“Menyikapi hal itu sekaligus sebagai upaya dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, maka pemerintah telah menetapkan Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik,” kata dia.
Menurutnya, dalam Undang-undang tersebut dijelaskan bahwa setiap badan publik mempunyai kewajiban untuk membuka akses atas informasi publik yang berkaitan dengan badan publik tersebut kepada masyarakat luas.  Untuk itu sangat diharapkan badan publik termotivasi untuk bertanggungjawab dan berorientasi pada pelayanan rakyat yang sebaik-baiknya.
“Sehingga dapat mempercepat perwujudan  pemerintah yang terbuka, sebagai upaya strategis dalam mencegah praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) serta terciptanya  kepemerintahan yang good governance,” ujarnya.
Selanjutnya, guna menjamin agar informasi publik yang telah terbuka dapat dipertanggungjawabkan pemanfaatannya, maka Undang-undang tersebut juga mengatur tentang hak dan kewajiban pemohon dan pengguna informasi publik serta hak dan kewajiban badan publik. Selain itu Undang-Undang itu juga telah mengamanatkan bahwa untuk mewujudkan pelayanan yang cepat, tepat dan  sederhana, maka setiap badan publik wajib menunjuk pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID).
“Termasuk membuat serta mengembangkan sistem penyediaan layananan informasi secara cepat, mudah dan wajar. sesuai dengan petunjuk teknis standar layanan informsi publik yang berlaku secara  nasional,” imbuhnya.
Terkait dengan pelaksanaan tugas sebagai PPID dan PPID Pembantu, bupati menegaskan bahwa mengelola dan memanfaatkan informasi bukannya masalah yang sederhana. Sebab diperlukan pengetahuan dan ketrampilan khusus untuk dapat melakukannya. Apalagi bagi mereka yang bekerja di bidang pemerintahan kemampuan dan ketrampilan berkomunikasi menjadi keharusan yang tidak dapat dihindari karena  hal itu bagian dari profesinya.
Meskipun demikian, seluruh jajaran pejabat publik Pemkab Pemalang harus menjadi lebih transparan bertanggungjawab dan beroientasi  pada pelayanan masyarakat yang sebaik-baiknya. Sebab pelaksanaan keterbukaan informasi publik bukan semata-mata tugas PPID saja. Tapi menjadi tugas bidang publik beserta seluruh sumber daya manusianya. Untuk itu, bupati juga menegaskan bahwa dibentuknya PPID bukan untuk membatasi hak berbicara atau memberikan informasi, tetapi agar tidak terjadi kekeliruan atau kesimpangsiuran dalam memberikan informasi kepada masyarakat.
Sementara Sekda Pemalang Drs Budhi Raharjo MM melalui Kabag Humasnya Dwi Yuliarti SH MSi menjelaskan, kegiatan sosialisasi ini, dimaksudkan untuk mengukuhkan pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) dan PPID pembantu  di lingkungan Pemkab Pemalang. Adapun tujuannya untuk memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai implementasi Undang-Undang keterbukaan informasi publik dan pengelolaan informasi dan dokumentasi bagi PPID dan PPID pembantu.
Sebagai narasumber dalam acara sosialisasi ini adalah Rahmulyo Adi Wibowo SH MH, Ketua Komisi Informasi Propinsi Jawa Tengah dan Agus Supriharto SH MSi Asisten Komisioner Komisi Informasi Propinsi Jawa Tengah.
“Sedangkan materi yang akan disampaikan adalah implementasi keterbukaan informasi publik dalam manajemen pemerintahan dan pengelolaan pelayanan informasi dan dokumentasi di lingkugan Pemkab Pemalang,” paparnya(sumber:Radar tegal)

Selasa, 15 November 2011

sanitasi bersih: LANGKAH PERUBAHAN (ODF- Open Defecation Free) Di Pemalang

sanitasi bersih: LANGKAH PERUBAHAN (ODF- Open Defecation Free) Di P...: ( daisahbeny_tangwun@yahoo.co.id ) Kabupaten Pemalang adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang ikut Program PAMSIMAS. Kabupaten Pemal...
Kabupaten Pemalang adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang ikut Program PAMSIMAS. Kabupaten Pemalang terdiri dari 222 Desa/Kota. Alasan ikut PAMSIMAS karena Kabupaten pemalang adalah Kabupaten yang masyarakatnya masih banyak yang kekurangan Air khususnya pada daerah atas, Tingkat kemiskinan masih tinggi, Penyakit Diare juga masih tinggi dan Masih banyaknya warga yang masih BAB Sembarang tempat, salah satunya adalah Desa Cikendung yang ikut Program PAMSIMAS.
Desa Cikendung merupaka salah satu Desa yang ada di Kecamatan Pulosari Kabupaten pemalang yang ikut Program PAMSIMAS Tahun 2008. Sebelum mengikuti program PAMSIMAS masyarakat Desa Cikendung masih banyak yang BAB sembarangan diantaranya di kebun, tutur Kepala Desa Cikendung Bapak Slamet. Karena kerja keras dari Kepala Desa Cikendung, Kader Kesehatan, Bidan Desa dan LKM PAMSIMAS yang dibantu Sanitarian Puskesmas Pulosari Ibu Sri Murbaetin melalui program PAMSIMAS.Desa Cikendung merupakan desa pertama dari 36 desa yang ikut Program PAMSIMAS yang berani mendeklarasikan ODF, yang direncanakan pada bulan Januari 2011.



Selain Desa Cikendung yang ODF,juga ada Desa lain yang sebenarnya sudah mencapai ODF tingkat Desa, yaitu Desa Pulosari, Desa jurangmangu, Desa Nyalembeng, Desa Karangsari,dan Desa Penakir. Untuk Desa yang lain hanya bisa tingkat Dusun yang bisa dikatakan sudah ODF yaitu untuk Desa Tlagasana hanya Dusun Krajan, Desa Karangsari Dusun yang ODF Karangsari Barat dan Dusun Nusa, Desa Gapura yang ODF Dusun Leretan, Majalangu Yang ODF Dusun Majalangu Lor, Desa Cawet Dusun Watugajah, Dan Desa Jojogan Dusun yang ODF Dusun Sindu.

Pencapaian ODF di desa dan di dusun merupakan hasil kerja keras dari semua pihak baik dari sanitarian Puskesmas (Bapak Ismunandar, Bapak Misyuko, Bapak Abdulah, Bapak Harsono, Bu Yuni Parwati, dan Bu Sri Murbaetin, Bu Titi Ekowati) terutama fasilitator kesehatan seperti Mba Nia Kurniasih, Mas Abdul Wachid, dan Mba Eva Hermawati, Hafida Fitrisari (TFM Replikasi), Bidan Desa, dan teman-tTebaleman kader kesehatan yang sudah dilatih.
Keberhasilan ODF tidak lepas dari peran serta Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, yang dengan gencarnya melakukan monitoring dan pendampingan untuk pelaksanaan CLTS di Desa-desa PAMSIMAS. “Keinginan saya adalah meng ODF kan Desa-desa yang PAMSIMAS dan NON PAMSIMAS” tutur Kepala Seksi Penyehatan Sanitasi Dasar dan Permukiman (PSDP) Ibu Wiji Mulyati, Bidang PKPL, yang juga keinginan tersebut di Dukung Bapak Ir. Joni selaku Kabid PKPL Dinkes Kab. Pemalang.
Berikut adalah perjalanan Desa-Desa PAMSIMAS di Kab. Pemalang menuju Desa ODF yang pada awalnya dimana masyarakat masih menggunakan sungai, kebun dan kolam untuk tempat Buang Air Besar (BAB), dimasing-masing Desa di Kab. Pemalang.
Kebiasaan masyarakat yang masih menggunakan sungai untuk buang air besar, dan Jumbleng
yang masih dalam keadaan terbuka.
Pelatihan Bidan desa, Sanitarian Puskesmas, dan Forum Kesehatan Desa (FKD) desa yangmendapat program PAMSIMAS yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang.
Setelah mendapat pelatihan CLTS di Kabupaten pemalang, sanitarian dan FKD mengimplementasikan di tingkat desa untuk melatih kader kesehatan, yang juga di ikuti komponen masyarakat lainnya seperti Tokoh Agama dan Tokoh Asyarakat setempat. Selain Pelatihan koordinasi Tingkat desa dengan Sanitarian Pulosari (Sri Murbaetin, Kepala Desa Karangsari Susi Herningtias serta Koordinator LKM Bapak Subadi untuk melakuka perencanaan
dan pelatihan Kader dalam pelaksanaan CLTS di Dusun yang di anggap masyarakatnya masih
banyak yang BAB sembarangan.
Pelaksanaan CLTS serta Pemetaan Wilayah yang masih digunakan warga untuk BAB, Transect
Walk (jalan-jalan) menuju lokasi yang biasa digunakan warga untuk BAB, Simulasi air yangterkontaminasi kotoran manusia, alur perjalanan penyakit diare yang dilaksanakan oleh
Sanitarian Puskesmas bersama bidan Desa, Kader Kesehatan yang sudah mendapatkan
Pelatihan dan didampingi fasilitator kesehatan. Kegiatan Pemicuan dilakukan di masing-masing
Dusun yang wilayahnya masih digunakan warga untuk BAB sembarang tempat, atau di wilayah
yang masih menggunakan jumbleng yang masih terbuka sehingga di harapkan ada perubahan
atau peningkatan tangga sanitasi yang tadinya terbuka menjadi tertutup.
Penyampaian komitmen dari Kepala Desa dan warga masyarakat yang sudah dilakukan pemicuan CLTS untuk merubah kebiasaan warganya tidak BAB sembarang tempat dengan cara
membangun jamban baik itu leher angsa, maupun Jumbleng dalam kurun waktu 6 bulan sampai
satu tahun., numpang saudara atau tetangga terdekat.
Monitoring yang dilakukan oleh Kader kesehatan dan Natural Leader secara berkala, untuk mengecek warga yang sudah membuat komitmen untuk membangun jamban setelah dilaksanakan CLTS.
Evaluasi pelaksanaan CLTS oleh Kader kesehatan yang dilakukan oleh Koordinator LKM, Kepala Desa dan Bidan Desa, dan dihadiri dari Puskesmas (Kepala Puskesmas, dan Sanitarian), dan dari lintas sector lainnya seperti PKK Kecamatan, PMD Kecamatan.
Selain dengan pemicuan, monitoring dan Evaluasi, pemicuan juga dilakukan dengan memasang
spanduk yang bersifat mengajak dan memicu kepada masyarakat untuk hidup bersih dan sehat yang ditempatkan di tempat-tempat yang strategi, yang mudah dibaca oleh masyarakat yang melewatinya.
Jamban terbangun hasil pemicuan yang dbangun oleh warga. Monitoring dan pemicuan masih tetap dilaksanakan oleh kader kesehatan yang sudah dilatih, LKM PAMSIMAS, serta komponen desa juga ikut berperan aktif untuk meningkatkan cakupan dan akses masyarakat terhadap jamban,
sehingga bisa memicu masyarakat untuk menghilangkan kebiasaan BAB sembarangan.
dengan cara membangun maupun dengan cara menumpang tetangga atau saudara terdekat.
disarikan dari daisahbeny

Senin, 14 November 2011

Pengembangan Pembangunan Pos Pengamatan G. Slamet

Kabupaten Pemalang dengan kekayaan keanekaragaman hayati baik di darat maupun di perairan (laut) memiliki peluang yang sangat besar dalam meraih atau memperoleh manfaat dari kawasan hutan tersebut. Salah satu manfaat yang dapat diperoleh adalah pengembangan kawasan hutan untuk pariwisata alam. Dasar hukum pengembangan pariwisata alam yang sesuai dengan prinsip kelestarian adalah UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hutan dan Ekosistemnya serta UU No 9 tahun 1990 tentang kepariwisataan, di mana kegiatan pemanfaatan kawasan hutan tersebut diarahkan bukan pada kegiatan eksploitasi melainkan lebih kepada pengembangan pemenuhan jasa pariwisata alam. Potensi wisata alam di kawasan hutan dengan daya tariknya yang tinggi merupakan potensi yang bernilai jual tinggi sebagai obyek wisata, sehingga pariwisata alam di kawasan hutan layak untuk dikembangkan (Anonim, 2003).
Pengembangan ini diperlukan dalam penanganan obyek dan daya tarik wisata (ODTW), yang menjadi sasaran wisatawan. Pengembangan kepariwisataan kabupaten Pemalang di Pos Pengamatan Gunungapi Slamet merupakan rangkaian upaya pembangunan sektor kepariwisataan secara berkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat dalam memajukan kesejahteraan umum.
Berdasarkan hal tersebut di atas maka rencana pengembangan pengelolaan di Pos Pengamatan gunungapi Slamet, didasarkan atas prinsip - prinsip dan keterpaduan ekologi tanpa mengabaikan kondisi fisiknya dan bertujuan untuk melindungi dan memelihara keunikan ekosistem dan kekayaan alamnya serta memanfaatkan secara lestari untuk kepentingan generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Pengembangan dilakukan tidak sebatas pada fasilitas dan sarana yang ada, akan tetapi juga peluang - peluang usaha yang memungkinkan untuk dikembangkan, peluang usaha tersebut dapat dilaksanakan oleh pihak pengelola atau swasta, seperti : masyarakat, maupun stakeholder lain yang terkait.
Dalam menentukan peluang usaha di pos pengamatan gunungapi slamet, ada 2 (dua) aspek yang sangat penting, yaitu : a) Aspek Permintaan, dan b) Aspek Penawaran. Aspek permintaan dapat dilihat dari jumlah kunjungan wisata yang datang ke Pos Pengamatan gunungapi Slamet, sedangkan aspek penawaran yaitu obyek dan daya tarik wisata alam serta pengelolaan obyek wisata itu sendiri
KONDISI GEOGRAFIS
Pos pengamatan Gunungapi Slamet secara administrasi terletak desa gambuhan, kec. Pulosari kabupaten Pemalang atau berada pada sisi selatan kabupaten Pemalang berbatasan dengan kabupaten Tegal dengan koordinat lokasi X : 0301058, Y 9207701 Pos pengamatan berada pada ketinggian 1000 m dpl. Dengan ketinggian seperti itu maka suhu lingkungan sekitar cenderung dingin berkisar antara 15 derajat sampai 25 derajat C.
Deliniasi memberikan masukan untuk menentukan daerah yangh akan dikembangkan sebagai heading/title project. Deliniasi ini merupakan (pada aplikasi pemetaan sebagai layer):
Batasan kawasan (justifikasi studi).
Batasan domain masing-masing tema misal, deliniasi kampung wisata, deliniasi wisata bahari, deliniasi waterfront dan sebagainya. Dalam aplikasi pada perencanaan kawasan, over lay masing-masing layer pemahaman menunjukkan vocal point, posisi kawasan inti dan kawasan pendukung dan sebagainya.
PENCAPAIAN
Pencapaian ke lokasi pos pengamatan dapat dilakukan dari kabupaten Pemalang, kabupaten Purbalingga dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari pusat kota kabupaten pemalang dan Purbalingga. Sedangkan dari kabupaten Tegal bisa mencapai 2 jam perjalanan. Pos pengamatan dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi dengan lebar jalan dari jalan utama sekitar 5 m dengan badan jalan sekitar 3 m.
KONDISI POS PENGAMATAN GUNUNGAPI SLAMET
Kompleks pos pengamatan dibawah Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Bencana Geologi berada pada puncak sebuah bukit dengan kontur cenderung curam pada sisi selatan, barat dan timur sedangkan pada sisi terdiri 1 (satu) bangunan tunggal menghadap kearah selatan. Dengan pemandangan kearah selatan adalah gunung Slamet dan kearah selatan adalah dataran rendah kabupaten pemalang.
Lokasi secara spesifik dikelilingi oleh perkebunan Cengkeh pada sisi utara, Timur dan barat merupakan lahan perkebunan yang merupakan milik warga masyarakat sekitar sedangkan pada sisi selatan terdapat beberapa permukiman penduduk yang mengelompok .
POTENSI
Ditinjau dari beberapa aspek Kompleks pos pengamatan gunungapi slamet nilai potensi strategis, diantaranya : Pemandangan langsung kearah gunung slamet dengan menyajikan keindahan dan keragaman lansekap pegunungan,memiliki suhu lingkungan sekitar cenderung dingin berkisar antara 150 sampai 250 C.
Menjadi jalan alternatif untuk kegiatan mendaki gunung, jalan setapak (tracking), memiliki beberapa jalan alternatif dari 3 kabupaten yaitu pemalang, purbalingga dan Tegal, secara letak sangat strategis berada pada pertemuan jalur wisata Pemalang dengan Obyek Wisata Widuri Water Park, Purwokerto dengan Kawasan Wisata Baturaden, Kabupaten Tegal dengan Kawasan Wisata Guci dan Purbalingga dengan Obyek Wisata Owabong, dan Pos Pengamatan Gunung Slamet Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari ini merupakan satu – satu yang ada disepanjang Jalur Pantura
PERMASALAHAN
Berdasar pengamatan fisik ada beberapa aspek permalsalahan dari Kompleks pos pengamatan gunungapi slamet, diantaranya : jalan masuk menuju pos pengamatan relatif sempit dengan lebar jalan secara keseluruhan sekitar 5m dengan badan jalan sekitar 3m. Sehingga hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda 4 satu arah. Dengan sisi kanan dan kiri cenderung berkontur atau terdapat beda ketinggian. Selain itu jalan tersebut pada bagian – bagian tertentu berada pada permukiman penduduk yang padat. Luas lahan pos pengamatan yang relatif sempit sehingga kesulitan untuk dikembangkan. Demikian juga dengan tempat parkir hanya bisa untuk maksimal 2 buah mobil. Lahan disekitar pos pengamatan milik penduduk dan apabila akan dikembangkan maka perlu adanya pengadaan lahan. Dengan beberapa kesamaan potensi dan karakteristik diatas pengembangan pembangunan pos Pengamatan Gunung Slamet nantinya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi perkembangan wisata alam di Kabupaten Pemalang khususnya serta Jawa Tengah Pada umumnya
Konsep Pengembangan & Penataan Pos Pengamatan G. Slamet.
Dengan melihat potensi yang ada di Pos Pengamatan Gunung SLAMET sangat dimungkinkan untuk dilakukan pengembangan dan penataan dengan menyajikan Pemandangan serta Keindahan Alam Pengunungan yang dihapkan nantinya akan menambah dan menjadi salah satu obyek wisata yang di Kabupaten Pemalang Arah pengembangan dan kebijakan penyelenggaraan pembangunan untuk pengembangan kawasan wisata Pos Pengamatan Gng. SLAMET mengarah kepada beberapa pokok substansi acuan/guidance pengembangan, yaitu:
A. Squential Thematic
Sequential Thematic ini merupakan turunan dari potensi (yang disuper-imposedkan menjadi segmen dan koridor kegiatan wisata). Segmen dan koridor memberikan masukan pada elemen-elemen pembentuk ruang wisata dan implikasi pengelolaan kegiatan wisata (tanpa meninggalkan ’benang merah’ potensi (pasar) wisata.
Segmen yang diindikasikan memberikan masukan tematik perencanan ruang (market place, waterfront, education tourism object, socio-cultural tourism object, community work shop object dan sebagainya). Segmen dikembangkan sesuai dengan arah pengembangan substansi potensi (STRATEGIC PLANNING).
Koridor merangkaikan segmen-segmen yang diindikasikan untuk berkembang. Koridor ini bersifat sebagai interconnenct (link) ataupun integrasi (benang merah) yang dapat diimplementasikan berupa infrastruktur (jalur, ruang/space,) ataupun suasana (image, nuansi, gradasi interest wisata dan sebagainya).
Tematik sekuel ini menggambarkan hasil identifikasi potensi dan karakter kegiatan wisata yang memungkinkan untuk dikembangkan. Pengembangan potensi dan karakter ini akan menjadi atribut-atribut wisata yang dipandang dominan bahkan memiliki determinasi dalam mengembangkan aktifitas wisata (atraksi dsb).
B. Deliniasi Kawasan Studi
Deliniasi memberikan masukan untuk menentukan daerah yangh akan dikembangkan sebagai heading/title project. Deliniasi ini merupakan (pada aplikasi pemetaan sebagai layer):
§ Batasan kawasan (justifikasi studi)
§ Batasan domain masing-masing tema misal, deliniasi kampung wisata, deliniasi wisata bahari, deliniasi waterfront dan sebagainya
Dalam aplikasi pada perencanaan kawasan, over lay masing-masing layer pemahaman menunjukkan vocal point, posisi kawasan inti dan kawasan pendukung dan sebagainya.
C. Integrasi Perencanaan
Integrasi pada proses perencanaan diarahkan pada pengembangan substansi-substansi tematik wisata yang diintegrasikan secara konsepsi berupa Integrasi antara perencanaan makro dan solusi parsial. Integrasi ini berangkat dari ‘benang merah’hasil analisis potensi wisata. Aplikasi ‘benang merah’ ini adalah dalam:
Bentuk-bentuk fisik seperti pembentuk-pembentuk space, street furniture, taman ataupun elemen amenities lainnya,
Bentuk-bentuk suasana yang dibentuk melalui serial vision, vista atupun komposisi visual.
Kedua keluaran tersebut di atas memiliki pertimbangan tindak lanjut, yaitu:
Menjadi model penanganan kawasan wisata baik dalam merumuskan kerangka besar konsep perencanaan dan solusi parsial dalam implementasinya.
Kedepan, hasil studi ini akan menjadi acuan atau guidance pelaksanaan (berupa manajemen/pengelolaan) pengembangan kawasan. Bahkan, dapat dimungkinkan diaplikasikan ke dalam perda tentang kawasan wisata.
Memberikan dampak dalam percepatan (incremental) pembangunan kawasan wisata sejalan dengan tren pengembangan potensi.
Konsep Penataan Lahan
Secara umum Pengembangan dan penataan Pos Pengamatan Gng SLAMET dilakukan dengan melihat beberapa kondisi serta potensi yang dimiliki, secara umum pembangian Zone serta Deskripsi Konsep Penataan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
Konsep Penataan Ruang ( Tingkat Kawasan )
Secara Penataan Ruang Kawasan Pos Pengamatan Gunung SLAMET lebih diarah pada pemamfaatan kondisi eksiting dengan memperhatikan potensi yang dimiliki :
Aksebilitas
Pengembangan lahan pos pengamatan gunungapi slamet didesa gambuhan kec. Pulosari kabupaten pemalang dengan cara membeli perkebunan cengkeh yang ada pada sisi selatan pos pengamatan. Pengembangan lahan pos pengamatan gunungapi dapat digunakan untuk kantong parkir, kegiatan outbond, tracking atau pengembangan fasilitas lainnya
Pelebaran jalan menuju pos pengamatan gunungapi slamet dari jalan utama. Beberapa alternatif pengembangan jalan yaitu : Pembuatan akses jalan baru terdiri dari beberapa alternatif yaitu :
Dari jalan utama moga – guci dengan panjang jalan baru 1km menuju pos pengamatan.
Pembuatan jalan dari jalan lokal desa gambuhan dengan panjang 300m
Memperlebar jalan eksisting menjadi 8m dengan badan jalan 6 m terdiri dari 2 alternatif yaitu :
Pelebaran akses jalan masuk pada pertigaan dekat dengan kantor kepala desa gambuhan sekitar 800m, pelebaran akses jalan masuk pada pertigaan dekat gapura gambuhan dengan panjang jalan 1400m
Sarana Penunjang
Dengan melihat kondisi yang ada sekarang ini , diperlukan penambahan beberapa sarana penunjang guna melengkapi beberapa fasilitas yang ada , beberapa sarana penunjang tesebut antara lain : halaman parkir, area outbound, tracking, arena flying fox, gardu pandang, Restoran dan theather.
Ada yang minat berinfestasi disini?(uripsr@ymail.com)***Sumber: Bappeda Kab. Pemalang.
http://portalpemalang.blogspot.com/

Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pemalang Tahun Anggaran 2011


Dalam Perubahan APBD Kabupaten Pemalang Tahun Anggaran 2011, jumlah anggaran Pendapatan Daerah diproyeksikan meningkat menjadi Rp.1.154.438.017.000,00 atau bertambah Rp.185.055.850.000,00 (19,09 %) dibandingkan dengan target dalam APBD Induk sebesar Rp.969.382.167.000,00; sedangkan jumlah anggaran Belanja Daerah dialokasikan menjadi sebesar Rp.1.256.839.096.000,00 atau bertambah sebesar Rp.266.140.776.000,00 (26,86 %) dari anggaran Belanja Daerah yang semula dialokasikan sebesar Rp.990.698.320.000,00. Dengan demikian, terdapat Defisit Anggaran sebesar Rp.102.401.079.000,00 yang selanjutnya direncanakan ditutup dari Pembiayaan Neto sebesar Rp.102.401.079.000,00. Pada pos Anggaran Pendapatan Daerah masih didominasi oleh Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah yang berjumlah Rp.1.076.588.641.000,00 (93,26 %) sedangkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.77.849.376.000,00 (6,74 %) dari total APBD.
Pada pos anggaran Belanja Daerah, urusan wajib Pendidikan mendapatkan alokasi terbesar, yaitu sebesar Rp.745.584.142.000,00 (59,32 %) kemudian disusul berturut-turut urusan wajib Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian sebesar Rp.214.046.520.750,00 (17,03 %), urusan wajib Kesehatan sebesar Rp.108.790.287.000,00 (8,66 %), urusan wajib Pekerjaan Umum sebesar Rp.67.090.398.000,00 (5,34 %) dan urusan pilihan Pertanian sebesar Rp.21.082.430.000,00 (1,68 %).
Untuk informasi selengkapnya dapat diunduh pada file berikut ini :
Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pemalang Tahun Anggaran 2011 (pdf)