Tampilkan postingan dengan label Lintas Pulosari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lintas Pulosari. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 Desember 2011
Lomba Finger Painting Paud
PEMALANG – Hj Irna Junaedi Ketua Tim Penggerak PKK
Kabupaten Pemalang di Pendopo Padepokan Dadung Ngawuk Kantor Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata, Senin (12/12) kemarin, dikukuhkan menjadi
Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) oleh Kepala Dinas Pendidikan
Pemuda dan Olah Raga Drs Sapardi MSi dalam kegiatan Lomba Fier Painting
PAUD se-Kabupaten Pemalang.
Acara pengukuhan dihadiri Bupati Pemalang H junaedi
SH MM, pimpinan DPRD Muntoha SH M Hum Ketua Himpunan Pendidikan Anak
Usia Dini (HIMPAUDI) Pemalang serta sejumlah camat dan SKPD serta
jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata .
Kepala
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Pemalang Drs Sapardi
MSi mengatakan, pengukuhan Bunda PAUD ini dimaksudkan untuk memberikan
motivasi kepada para penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
yang ada di Kabupaten Pemalang.
“Sekaligus
sebagai motor penggerak dalam menyatukan langkah dan menyatukan
persepsi dalam rangka membangun anak bangsa yang memilki karakter dan
berahklak mulia,” katanya.
Bunda PAUD sendiri
menurut Sapardi merupakan sosok seorang ibu yang tentunya sangat
diharapkan dapat memberikan pembinaan kepada anak-anaknya dalam hal ini
para penyelenggara PAUD agar semakin tumbuh dan berkembang. Untuk
itu, dengan dikukuhkannya Bunda PAUD ini diharapkan kedepan akan lebih
mempererat jalinan komunikasi. Sebab, dengan panggilan ibu ini,
ibarat anak dengan ibunya yang sudah terjalin komunikasinya dengan baik
maka akan membuat anak itu semakin dekat.
“Sehingga
nantinya para penyelenggara PAUD akan termotivasi dan bersemangat
dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini,”
ujarnya.
Sementara Hj Irna Junaedi Bunda PUAD
yang baru saja dikukuhkan dalam sambutannya menyampaikan terima kasih
atas dikukukannya sebagai Bunda PAUD. Meskipun diakui dirinya belum
layak untuk menjadi Bunda PAUD. Namun dengan berbagai pertimbangan maka
amanat yang baru saja ia terimanya akan berusaha sekuat tenaga untuk
mengemban amanat yang dinilai cukup berat tersebut.
Menurutnya,
sebagai Ketua Tim Penggerak PKK selalu bersama-sama dengan HIMPAUDI
sehingga setelah dikukuhkannya sebagai Bunda PAUD akan tetap selalu
menjaga rasa kebersamaan.
“Kami berharap dukungan
semua pihak baik dan semua elemen masyarakat untuk bersama-sama
bergandengan tangan untuk menangani program pendidikan anak usia dini.
Termasuk dukungan dari bapak bupati juga kami sangat harapakan,”
paparnya. (apt)Menilik Kondisi SD Negeri 01 Siremeng Desa Siremeng Kecamatan Pulosari
Nilai Akreditasi 84 B, Tapi Sayang Gedung Perpustakaan pun Tak PunyaSD
berprestasi sangat jarang ditemukan. Tapi apa pasal, jika prestasi
selangit namun fasilitas dan sarana prasarana minim bahkan nyaris tak
ada. Tentunya akan jadi kendala untuk KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).
Dan ini terjadi di SD Negeri 01 Siremeng meski nilai akreditasinya cukup
memuaskan. Kenapa bisa demikian?
LAPORAN: EMBONG SRIYADI
Sebutannya
keren, SD Kampus. Ya karena di situ terdapat dua SD yang saling
berdampingan SD Negeri 01 Siremeng dan SD Negeri 02 Siremeng di
Kecamatan Pulosari. Namun jika dipandang dalam perkembangannya, SD
Negeri 02 Siremeng bisa dibilang sarat fasilitas untuk KBM (Kegiatan
Belajar Mengajar). Bukan berarti menyoal, tapi jika menilik kondisi SD
Negeri 01 Siremeng jauh dari fasilitas memadahi untuk KBM seperti gedung
perpustakaan pun belum dialokasikan disana. Bahkan salah satu ruang
kelas yang tak pantas untuk KBM terpaksa dikosongkan lantaran sudah
rusak alias tak laik untuk KBM.
“Semestinya sudah
waktunya semua fasilitas SD kami segera diwujudkan untuk KBM. Sekarang
saja untuk klas 2 KBM dilakukan siang hari giliran ruangan dengan klas
1. Ini kami lakukan karena ada rasa khawatir jika ruang kelas yang
rusak dipaksa untuk ditempati nanti tiba-tiba ambruk bagaimana? Ya
terpaksa ruang yang rusak kami manfaatkan untuk gudang dan dapur,”
tegas Kepala SD Negeri 01 Siremeng Ruswono Ama Pd di ruang kerjanya
seraya menambahkan satu unit komputer pentium 2 juga sudah tak bisa
dimanfaatkan lagi.
“Untungnya guru-guru pada
prihatin, beliau-beliau tanggap dan membawa laptop untuk membuat
laporan administrasi sekolah. Jika tidak berinisitif begitu bagaimana
pelaporan kami,” tambah dia. SD dengan jumlah siswa 144 ini terhitung
sekolah kurus tapi fantastisnya justru memperoleh nilai akreditasi 84 B
dari Badan Akreditasi Propinsi Sekolah/Madrasah (BAP-S/M) Jawa Tengah.
“Jikalau
prestasi menjadi pijakan tentu saja kami sangat bangga dapat
memperoleh sarana dan prasarana yang selama ini belum ada seperti
gedung perpustakaan. Sungguh siswa-siswa sangat bermimpi ingin punya
gedung perpustakaan dengan segala fasilitas yang lengkap pula,” tambah
dia.
Ruswono dan segenap guru hanya berharap agar
dinas terkait tidak membanding-bandingkan dengan bahasa yang terkesan
klise seperti skala prioritas. Sebab, kebutuhan sarana sangat mendesak
untuk direalisasikan baik pembangunan fisik maupun sarana dan prasarana
yang lain. “Karena semua yang kami katakan memang belum ada sehingga
sangat besar harapan kami agar tahun 2012 bisa terlaksana semuanya.”
(*) (SUMBER:RADAR TEGAL)
Kades Berharap Jalan Gunungsari Segera Diperbaiki
PULOSARI - Jalan Desa sepanjang 1 km di Desa
Gunungsari belum mendapatkan perhatian dari Pemkab Pemalang. Meski sudah
berulangkali dilakukan usulan namun hasilnya mentok. Warga berharap
pada pemerintahan baru ini ada perbaikan sarana jalan.
Syarif warga setempat mengatakan, sangat jenuh
ketika melihat kerusakan yang ada di desanya. Dia setiap hari melakukan
aktifitas berdagang dari desanya ke Pasar Karangsari, Moga dan Tegal,
namun demikian jika hujan turun maka jalan licin penuh dengan kubangan
air.
“Itulah yang sampai sekarang kami lakukan toh tetap saja jalan desa kami seperti tidak ada peratian dari Pemkab,” tegasnya.
Di
tempat yang sama, Kepala Desa Gunungsari, Jari menambahkan, pihak desa
sudah berkali-kali mengusulkan ada proyek jalan ke desanya tapi
hasilnya mentok.
“Pada masa Kepala DPU Suwardi
hingga sekarang Pak Arifin belum ada tanda-tanda desa kami bakal
mendapatkan proyek perbaikan jalan sepanjang 1 km yang sangat penting
artinya bagi kami dalam melakukan kegiatan masyarakat seperti berdagang
serta anak sekolah berangkat,” katanya.
Kades
berharap, Pemkab mewujudkan harapan warga dengan melakukan perbaikan
jalan yang menghubungkan desanya ke wilayah Tegal, Moga, Pemalang dan
sekitarnya.(sumber:radar tegal)Selasa, 29 November 2011
Manfaat Seks Bagi Kesehatan
AKTIVITAS berhubungan antar suami istri ternyata
memiliki banyak kebaikan bagi tubuh. Percayakan, setidaknya ada sepuluh
manfaat seks, bila dilakukan dengan sehat bersama pasangan.
Berikut beberapa manfaat itu:
1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Berhubungan seks dua kali seminggu dikatakan dapat meningkatkan kadar imunoglobulin A atau IgA yang dapat melindungi tubuh dari infeksi dan pilek.
2. Menjaga Berat Badan
Sex merupakan salah satu alternatif yang efektif, dan mungkin tak kalah menyenangkan, untuk membakar kalori.
3. Meredakan Stres
Ketegangan karena aktivitas sehari-hari dapat diredakan dengan aktivitas bercinta. Stress hilang, mood bahagia dapat kembali.
4. Meningkatkan Kesehatan Jantung
Dengan bercinta, kesehatan jantung Anda akan meningkat.
5. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Telah terbukti bahwa berhubungan seks dengan pasangan meningkatkan harga diri.
6. Meningkatkan Keintiman
Orgasme meningkatkan kadar hormon oksitosin yang juga disebut sebagai hormon cinta dan membantu kita membangun kepercayaan dan keterikatan dengan pasangan.
7. Mengurangi Rasa Sakit
Hormon endorfin dan oxtocin yang dikeluarkan selama periode berhubungan dapat menurunkan rasa sakit kepala atau nyeri arthritis.
8. Mengurangi Resiko Kanker Prostat
Seks bagi laki-laki di usia 20-an dapat mengurangi risiko kanker prostat. Menurut penelitian National Cancer Institute di AS, sebagaimana dikutip Alternative Medicine, semakin sering pria mengalami ejakulasi, semakin rendah pula kemungkinan mereka terkena kanker prostat.
9. Menjaga Tekanan Darah
Aktivitas seks ternyata membantu menjaga tingkat tekanan darah.
10. Menambah Kecantikan
Pernah mendengar perkataan, bahwa setelah menikah, wanita nampak lebih cantik? Mungkin penyebabnya adalah karena dengan bercinta. Karenanya tubuh wanita memproduksi hormon estrogen yang membuat rambut makin bersinar dan kulit semakin halus. Keringat yang dihasilkan saat bercinta juga membersihkan pori-pori, sehingga membuat kulit berkilau.
#dari berbagai sumber
Berikut beberapa manfaat itu:
1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Berhubungan seks dua kali seminggu dikatakan dapat meningkatkan kadar imunoglobulin A atau IgA yang dapat melindungi tubuh dari infeksi dan pilek.
2. Menjaga Berat Badan
Sex merupakan salah satu alternatif yang efektif, dan mungkin tak kalah menyenangkan, untuk membakar kalori.
3. Meredakan Stres
Ketegangan karena aktivitas sehari-hari dapat diredakan dengan aktivitas bercinta. Stress hilang, mood bahagia dapat kembali.
4. Meningkatkan Kesehatan Jantung
Dengan bercinta, kesehatan jantung Anda akan meningkat.
5. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Telah terbukti bahwa berhubungan seks dengan pasangan meningkatkan harga diri.
6. Meningkatkan Keintiman
Orgasme meningkatkan kadar hormon oksitosin yang juga disebut sebagai hormon cinta dan membantu kita membangun kepercayaan dan keterikatan dengan pasangan.
7. Mengurangi Rasa Sakit
Hormon endorfin dan oxtocin yang dikeluarkan selama periode berhubungan dapat menurunkan rasa sakit kepala atau nyeri arthritis.
8. Mengurangi Resiko Kanker Prostat
Seks bagi laki-laki di usia 20-an dapat mengurangi risiko kanker prostat. Menurut penelitian National Cancer Institute di AS, sebagaimana dikutip Alternative Medicine, semakin sering pria mengalami ejakulasi, semakin rendah pula kemungkinan mereka terkena kanker prostat.
9. Menjaga Tekanan Darah
Aktivitas seks ternyata membantu menjaga tingkat tekanan darah.
10. Menambah Kecantikan
Pernah mendengar perkataan, bahwa setelah menikah, wanita nampak lebih cantik? Mungkin penyebabnya adalah karena dengan bercinta. Karenanya tubuh wanita memproduksi hormon estrogen yang membuat rambut makin bersinar dan kulit semakin halus. Keringat yang dihasilkan saat bercinta juga membersihkan pori-pori, sehingga membuat kulit berkilau.
#dari berbagai sumber
Senin, 14 November 2011
Program PKH Belum Selesai
PEMALANG – Pelaksanan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pemalang telah berjalan dan sekarang ini baru memasuki pencairan dana tahap I yang pelaksanaannya pada akhir bulan September 2011. Namun demikian pelaksanan program tersebut belum selesai lantaran pencairan dana untuk tahap II, III dan IV hingga kini belum segera dicairkan. Padahal tahun 2011 ini tinggal dua bulan lagi akan berakhir.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Dinsosnakertran) Kabupaten Pemalang Drs Maryoto MPd melalui Kabid Transmograsi Danang Aditya yang ikut mengurusi program PKH mengatakan, pelaksanaan program PKH di Kabupaten Pemalang telah berjalan dengan baik, namun pelaksanaan program tersebut belum juga selesai karena masih ada pencairan dana tahap berikutnya yaitu tahap II, III dan IV.
“Agar pelaksanaan program ini segera selesai kami sangat berharap pencairan dana tahap II sampai IV agar segera diturun sebab jadwal waktu pelaksanaan program ini tinggal dua bulan lagi yaitu bulan November dan Desember,” katanya.
Menurutnya, dalam pelaksanaan pencairan dana pada tahap I, dari jumlah penerima program semuanya sudah menerima dan dana itu sudah tersalurkan dengan baik. Adapun nilainya bervariasi sesuai dengan ketentuan yang ada atau berdasarkan hasil pendataan saat di lapangan. Besarnya dana yang diterima untuk Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang memilki ibu yang sedang mengandung atau hamil, balita, anak sekolah nilai maksimal sebesar Rp 2,2 juta. Sedangkan yang hanya ibu yang sedang hamil besarnya kurang lebih Rp 800 ribu.
Untuk jumlah penerima program PKH di Kabupaten Pemalang kurang lebih ada sebanyak 21 ribu RTSM.
Sekedar diketahui berdasarkan ketentuan yang ada dalam Program PKH ini untuk warga miskin yang masuk dalam kriteria RTSM yang mendapatkan bantuan berupa peneriman uang tunai, pelayanan kesehatan baik untuk ibu maupun bayi di puskesmas, posyandu, polindes dan lain sebagainya. Serta akan menerima bantuan pelayanan pendidikan bagi anak usia wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun dengan syarat memenuhi kewajibannya.
Untuk kewajiban yang harus dipenuhi diantaranya ibu hamil, melahirkan, nifas dan kewajiban anak dan ibu. Setelah semua memenuhi ketentuan dan kewajibannya, yang bersangkutan akan mendapatkan bantuan berupa uang tunai yang besarnya berkisar antara Rp 600 ribu hingga 2,2 juta. Yang terdiri dari bantuan tetap sebesar Rp 200 ribu, bantuan pendidikan untuk anak SD/MI sebesar Rp 400 ribu, pendidikan untuk SMP/MTs sebesar Rp 800 ribu. Sedangkan bantuan kesehatan untuk ibu hamil/nifas, bayi dan atau balita sebesar Rp 800 ribu. Adapun proses penerimaanya akan dibayar 4 kali dalam setahun melalui Kantor POS terdekat dengan membawa kartu peserta.
Tujuan porgram PKH sendiri untuk peningkatkan status kesehatan ibu dan anak di Indonesia khususnya bagi kelompok masyarakat sangat miskin melalui pemberian insentif untuk melakukan kunjungan kesehatan yang bersifat prefentif atau pencegahan dan bukan pengobatan. Mengembangkan dan meningkatkan angka partisipasi wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun dan upaya untuk mengurangi angka pekerja anak pada keluarga yang sangat miskin(radar tegal)
Dari Lomba MAPSI Pulosari
Tolok Ukur Keberhasilan Pelaksanaan PendidikanLomba mata pelajaran pendidikan agama Islam, baca tulis Al quran dan seni Islam (MAPSI) tingkat Kecamatan Pulosari kemarin digelar. Bagaimana hasilnya?Seluruh peserta dari perwakilan Sekolah Dasar yang ada mengikuti perlombaan tersebut. Ketua Panitia Lomba Mapsi SD ke 11 tingkat Kecamatan Pulosari, Riyanto SPd.I menuturkan, dalam lomba Mapsi tingkat Kecamatan Pulosari untuk memilih wakil yang akan diberangkatkan di tingkat Kabupaten Pemalang. Untuk tingkat kecamatan, ada 499 peserta dengan enam bidang mata lomba.
"Untuk cabang seni khot/khaligrafi putra-putri pesertanya ada 35 peserta. Bidang mata pelajaran PAI putra-putri pesertanya ada 70 orang. Cabang seni musik rebana pesertanya ada 300 orang. Cabang seni khitobah putra-putri ada 39 peserta. Cabang seni macapat Islami putra-putri ada 35 peserta dan seni tilawatil quran putra-putri ada 20 peserta," terang Riyanto.
Maksud dan tujuan, kata Riyanto, sebagai tolok ukur pemantapan kurikulum pendidikan agama Islam dan keberhasilan pelaksanaan pendidikan agama Islam Sekolah Dasar Kecamatan Pulosari. Juga sebagai tolok ukur pemerataan kurikulum muatan lokal baca tulis al quran SD dan keberhasilan pelaksanaan program BTQ SD. Serta meningkatkan pengalaman ibadah shalat dan menggairahkan belajar Alquran bagi peserta didik sekolah dasar.
"Meningkatkan akhlakul karimah serta memupuk persatuan dan kesatuan antar peserta didik. Menumbuhkembangkan ketrampilan hidup dan rasa cinta terhadap seni yang Islami. Sebagai wahana pembinaan non formal peserta didik SD agar anak sholeh dan sholehah sehinga terbaik diantara terbaik. Pengembangan syiar Islam oleh peserta didik pada masa-masa yang akan datang. Dan sebagai wahana sinergi kultur budaya tingkat rendah masing-masing sekolah dasar se Kecamatan Pulosari," paparnya.
Profil Kecamatan Pulosari
Secara topografis, wilayah Kecamatan Pulosari merupakan daerah pengunungan. Kecamatan Pulosari secara administratif terbagi dalam 12 desa, meliputi :
1. Clekatakan
2. Batursari
3. Penakir
4. Gunungsari
5. Jurangmangu
6. Gambuhan
7. Karangsari
8. Nyalembeng
9. Pulosari
10. Pagenteran
11. Siremeng
12. Cikendung
Kecamatan Pulosari merupakan penghasil utama tanaman palawija dan sayur-sayuran, seperti jagung, kentang dan buncis. Kecamatan Pulosari juga menjadi penghasil utama beberapa tanaman perkebunan, seperti teh, casiavera, sereh wangi, kelapa hibrida, dan kopi arabika. Komoditas pertaniannya (dalam arti luas) masih lebih kecil dibandingkan kecamatan lainnya.
Sumber : http://www.pemalangkab.go.id
1. Clekatakan
2. Batursari
3. Penakir
4. Gunungsari
5. Jurangmangu
6. Gambuhan
7. Karangsari
8. Nyalembeng
9. Pulosari
10. Pagenteran
11. Siremeng
12. Cikendung
Kecamatan Pulosari merupakan penghasil utama tanaman palawija dan sayur-sayuran, seperti jagung, kentang dan buncis. Kecamatan Pulosari juga menjadi penghasil utama beberapa tanaman perkebunan, seperti teh, casiavera, sereh wangi, kelapa hibrida, dan kopi arabika. Komoditas pertaniannya (dalam arti luas) masih lebih kecil dibandingkan kecamatan lainnya.
Sumber : http://www.pemalangkab.go.id















